Awas! Living Cost Haji Bukan untuk Beli Oleh-oleh

Reporter : Eko Huda S
1 Agustus 2018 14:57
Dana itu harus digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti membeli vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dream - Para jemaah diingatkan bahwa living cost yang diterima calon haji harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama di Tanah Suci. Dana itu harus digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti membeli vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.

“ Tapi terkadang living cost malah dibelikan untuk oleh-oleh, hingga akhirnya kebutuhan kesehatan menjadi tidak terpenuhi,” kata Komisioner Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI), Syamsul Maarif, dikutip dari laman jabar.kemenag.go.id, Rabu 1 Agutsus 2018.

Menurut Syamsul, jemaah calon haji harus mengutamakan kesehatan tubuh. Dan uang biaya hidup yang diterima itu harus dimanfaatkan untuk kesehatan. Jika uang itu digunakan untuk kepentingan yang kurang penting bisa berakibat fatal.

“ Hal inilah yang menjadi penyebab banyaknya Jemaah haji yang melemah kondisi kesehatannya dan hal terburuk pun terjadi yaitu meninggal dunia,” tambah dia.

Syamsul berharap para petugas kesehatan haji terus mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. “ Karena melaksanakan ibadah haji bukan hanya kesiapan mental dan rohani, tetapi pengujian fisik pun akan dirasakan oleh para jemaah,” ungkap Syamsul.

Dia juga mengimbau para petugas kloter agar terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan para ketua rombongan dan ketua regu untuk mengetahui kondisi jemaah. Petugas kloter juga tak boleh segan melakukan pendekatan dengan para Jemaah.

“ Semoga tahun ini jumlah jemaah yang meninggal tidak sebanyak tahun lalu, karena kita selalu berharap jemaah haji yang berangkat dan pulang Tanah Air masih dengan jumlah yang sama dan selalu diberikan kesehatan,” tutur Syamsul.

Menurut dia, berdasarkan evaluasi pelaksanaan haji tahun lalu, diketahui bahwa jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci meningkat. Padahal, tambah dia, dari segi pelayanan terus ditingkatkan. “ Berarti hal ini menunjukkan bahwa ada yang keliru mengenai kondisi kesehatan jemaah,” ungkap dia.

Syamsul menambahkan, kematian memang takdir Allah SWT. Tetapi manusia juga harus mengetahui penyebab kematian. Oleh karena itulah petugas kesehatan harus mencermati kondisi setiap jemaah.

“ Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan jemaah agar dapat menjaga kesehatannya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh pemerintah,” ucap Syamsul. 

Beri Komentar