5 Penyedia Makanan Jemaah Haji Indonesia Kerap Dapat Teguran

Reporter : Maulana Kautsar
10 Agustus 2018 14:56
Beberapa evaluasi yang jadi sorotan Dewi yaitu proses pengolahan makanan, distribusi, bobot makanan, hingga citarasa masakan.

Dream – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah memiliki catatan terhaadp perusahaan katering penyedia makanan untuk jemaah haji. Catatan itu diperoleh setelah melakukan evaluasi terhadap 15 perusahaan penyedia katering.

" Selama pelaksanaan pelayanan itu kita melaksanakan pengawasan dan penilaian setiap perusahaan," ujar Kasie Katering Daker Madinah, Dewi Gustika Rini, di Madinah, Kamis 9 Agustus 2018.

Beberapa evaluasi yang jadi sorotan Dewi yaitu proses pengolahan makanan, distribusi, bobot makanan, hingga citarasa masakan.

" Serta ketidaksesuaian menu, dimana jika ada perubahan menu atau ketidaksesuaian menu di dalam kontrak itu bilamana ada perubahan dia harus memberikan secara tertulis," ucap dia.

Sementara itu, cita rasa Indonesia yang ditawarkan kepada jemaah merupakan fokus lain. Dewi mengatakan, untuk citarasa Nusantara sedikit banyak dapat dijamin karena bumbu-bumbunya diimpor langsung dari Indonesia.

" Jadi sampai dengan kita mencoba, meal test setiap sampel yang kita ambil. Itu kita coba kesusuaian rasa, kematangan," ucap dia.

Dewi mengatakan, dari 15 perusahaan yang dievaluasi terdapat sekitar lima perusahaan yang kerap mendapat teguran. Teguran yang disampaikan, kata dia, masih dalam taraf wajar.

" Rata-rata ada (katering) yang baru, tapi ada juga yang lama," ucap dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

 

Beri Komentar