4 Jemaah Haji Dievakuasi dari Madinah

Reporter : Eko Huda S
26 Juli 2018 13:20
Nantinya, jemaah yang mengalami disorientasi akan ditempatkan di area khusus.

Dream - Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Muhammad Yanuar Fajar, mengatakan, telah siap mengevakuasi beberapa pasien yang dirawat di Madinah untuk dibawa ke Mekah.

" Hari ini kami sudah siap mengevakuasi beberapa pasien yang dirawat di KKHI Madinah untuk kita berangkatkan ke Mekah," kata Yanuar, di KKHI Madinah, Arab Saudi, Rabu 25 Juli 2018.

Menurut Yanuar, hingga data pukul 13.00 WAS, ada empat jemaah yang akan dievakuasi. Mereka mengalami disorientasi.

" Insyaallah, akan kami berangkatkan menuju Mekah dengan ambulans dengan jumlah empat orang dengan satu pendamping," ujar dia.

Hingga berita ini dibuat, KKHI Madinah belum dapat memastikan kapan proses evakuasi akan dilakukan. Yanuar mengatakan, masih menunggu pencabutan paspor jemaah haji yang hendak dievakuasi yang akan dilakukan muasassah atau penyelenggara haji.

" Kalau keluar hari ini, akan kami lakukan malam ini juga. Mengingat besok (26 Juli 2018) pukul 06.00 WAS kloter pertama sudah berangkat ke Mekah," ujar dia.

Berdasarkan informasi, KKHI Mekah telah menyiapkan fasilitas perawatan jemaah yang mengalami disorientasi.

“ Ada tiga orang psikiater yang bersiaga,” kata Direktur KKHI Makkah, Nirwan Satria.

Nantinya, jemaah yang mengalami disorientasi akan ditempatkan di area khusus. Tempatnya di Lantai V KKHI. Ruangan berteralis disiapkan untuk jemaah disorientasi.

“ Mereka memiliki kemampuan berlebih, baik pemikiran maupun tenaga. Kita harus mencegah segala hal yang merugikan,” kata Nirwan.

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekah, M Imran, mengatakan, setiap musim haji ada saja jemaah yang mengalami disorientasi.

“ Ada yang belum siap menghadapi situasi Tanah Suci yang berbeda dengan Tanah Air,” kata Imran.

Berdasarkan catatannya, pada musim haji 2017 ada 67 kasus disorientasi jemaah haji. Semuanya mendapatkan pelayanan medis KKHI. 

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah 

Beri Komentar