3.849 Petugas PPIH Dikerahkan Saat Puncak Haji di Armuzna

Reporter : Maulana Kautsar
16 Agustus 2018 08:29
Puncak haji merupakan prosesi ibadah yang butuh kesehatan pengawasan dan pendampingan ekstra.

Dream - Kepala Satuan Operasi Armina, Jaetul Muchlis, menyatakan sebanyak 3.849 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dikerahkan untuk memobilisasi jemaah pada puncak haji di Arafah, dan mabit di Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Menurut Muchlis, petugas dibagi menjadi tiga satuan tugas. Satuan tugas pertama yaitu Satgas Arafah yang akan tiba di Arafah pada 7 Zulhijjah pukul 19.00 waktu Saudi.

Satgas ini akan memeriksa kesiapan akhir tenda tempat jamaah wukuf beserta dapur dan toilet.

Satgas kedua ialah Satgas Muzdalifah. Sebelum jemaah berangkat ke sana, satgas ini lebih dulu berangkat ke Muzdalifah pada 9 Zulhijah siang. Pada sore hari, jemaah digerakkan menuju Muzdalifah.

Sedangkan Satgas Mina mengecek kesiapan segala pelayanan jemaah pada 10 Zulhijjah dini hari. Selang beberapa jam kemudian, jemaah dipindahkan ke Mina untuk jumrah aqabah.

:Semuanya kita kerahkan. Ini adalah puncak haji yang membutuhkan perhatian ekstra, momentum yang sangat melelahkan," kata Jaetul di Syisyah, Mekah, Rabu, 15 Agustus 2018.

Jemaah haji yang menyelesaikan nafar awal akan berada di Mina sampai 12 Zulhijjah. Sedangkan jemaah yang melengkapi lempar jumrah sampai tiga hari atau nafar sani akan berpindah ke pemondokan pada akhir hari tasyrik atau 13 Zulhijjah.

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin, mengatakan ketika di Mina, kondisi jemaah haji sudah lelah. Tenaga mereka banyak dikuras untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dan rangkaian puncak haji seperti wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.

Jemaah gelombang pertama lebih lelah lagi. Mereka sudah menghabiskan waktu untuk sholat arbain di Masjid Nabawi 40 kali.

" Praktis ketika di Mina tenaga mereka banyak diforsir," kata dia.

Tantangan lain jemaah haji selama Armuzna yaitu kondisi akomodasi yang jauh berbeda dengan hotel yang mereka tempati. Baik ketika di Madinah maupun Mekah.

Selama di Armina, jemaah haji hanya menginap di tenda. Di sana mereka berkumpul dengan jemaah haji dari berbagai daerah.

Selain akomodasi, fasilitas toilet untuk jemaah tergolong terbatas. Mereka harus menempuh perjalanan jauh menuju jamarat. Karena itu, Lukman mengimbau petugas memusatkan konsentrasinya untuk mendampingi jemaah haji.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

 

Beri Komentar