Haji (Shutterstock)
Dream - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylviana mengatakan, ada 204 orang yang akan disafariwukufkan pada musim haji 1443 H/2022 M.
Jumlah tersebut merupakan hasil dari 1.000 jemaah haji risiko tinggi (risti) yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan.
" Dari 1.000 yang risti kita lakukan medical check up, ada 204 orang yang harus disafariwukufkan, artinya memang kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri. Jadi kita akan usulkan kepada Kemenag agar 204 ini bisa disafariwukufkan," kata Budi di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Mekah, dikutip dari Liputan6.com.
Namun jumlah ini masih dinamis, jumlah jemaah haji yang disafariwukufkan akan dipastikan lagi hingga hari terakhir atau H-1 sebelum ke Arafah.
Budi menjelaskan tujuan dari disafariwukufkan jemaah adalah demi keselamatan jemaah.
" Mudah-mudahan tidak bertambah tapi kalau lihat dari sini jemaah terus diskrining ulang, jadi kepada jemaah yang kondisi kesehatannya secara medis tidak memenuhi syarat untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri kita akan tetap minta disafariwukufkan demi keselamatan jemaah, jadi jemaah tetap bisa wukuf tapi disafarikan," terang dia.
Kemudian, dijelaskan Budi, saat ini fase haji sudah memasuki awal periode kritis ibadah haji dengan puncaknya ketika memasuki Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).
Oleh karena itu, Budi mengimbau sebelum Arafah, tim kesehatan harus bisa menyelesaikan seluruh skrining dengan harapan jemaah haji yang sehatlah yang akan wukuf secara mandiri.
" Nah ini penting dilakukan itu agar tadi angka kesakitan jemaah saat wukuf, angka kematian saat jemaah wukuf bisa terkendali, dengan skrining ulang ini medical check up ini bisa ketahuan betul. Kita bisa melihat jemaah mana yang bisa dan jemaah mana yang tidak. Sekali lagi keselamatan jemaah jadi prioritas kita," kata dia.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Rombonga jemaah haji Indonesia sudah mulai diberangkatkan menuju Arafah, Kamis 7 Juli 2022. Bus rombongan pertama yang ditumpangi jemaah dari LOP6 dan JKG29 tiba di Arafah sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Para jemaah selanjutnya memasuki tenda yang sudah disediakan yang berada di Maktab 1. Terlihat para jemaah senang melihat tenda sudah disediakan untuk beristirahat.
" Alhamdulillah. Semua fasilitas sesuai harapan kami. Tidak ada kekurangan. Alhamdulillah. Ini Kenikmatan dari Allah," kata salah seorang jemaah haji, Zaenal Muttaqien.
Sementara itu, pantauan Tim MCH (Media Center Haji) Arafah, Kamis pagi, seluruh fasilitas sudah siap digunakan jemaah haji Indonesia. Rata-rata satu tenda terpasang enam pendingin ruangan dengan suplai listrik dari PLN Saudi.
Selain karpet, jemaah juga dibuat nyaman dengan adanya kasur dan bantal di dalam tenda. Dengan kasur, jemaah diharapkan bisa beristirahat dengan baik.
Tenda-tenda juga telah ditandai nama kloter dan asal. Untuk satu maktab, terdapat 8-9 tenda. Di tenda berukuran 10x25, akan diisi lebih kurang 234 jemaah. Di tiap maktab juga dilengkapi sejumlah kamar kecil terpisah untuk laki-laki dan perempuan.
Begitu juga toilet jemaah. Jika tahun sebelumnya jumlah toilet per maktab hanya 21, sekarang diperbanyak menjadi 38. Juga ada tambahan toilet portabel sehingga mampu mengurangi antrean toilet, khususnya di toilet perempuan.
Sementara itu, Kasi PAM Arafah, Miskat mengatakan, Satgas Arafah mengerahkan sekitar 127 personel. Di mana mereka nantinya akan dibagi di lima posko yang telah disiapkan.
" Ada dua sektor. Satu sektor dibagi dua. Sehingga dua sektor menjadi empat. Satu sektor diambil dari sekretariat yang ada di Daker untuk menempati posko yang disiapkan," ujarnya.
Advertisement
JETOUR X50e EV: Perpaduan Canggih antara Teknologi dan Kenyamanan
Melampaui Batas: Yoona Mengukir Kepemimpinan Perempuan yang Berdaya dan Berpengaruh
ASICS Store 4.0 Senayan City: Lebih Modern, Lebih Canggih, Lebih Seru!
Rekomendasi Gel Lip Tint yang Buat Bibir Pumpling
Pose di Kebun Bunga, Tasya Farasya Biarkan Tas Rp400 Juta di Tanah
KOMENTAR ANDA