14.400 Jemaah Disurvei tentang Pelayanan Haji 2018, Hasilnya?

Reporter : Maulana Kautsar
15 September 2018 15:19
Survei itu dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan jemaah haji terhadap penyelenggaraan ibadah tahun ini.

Dream – Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan survei tentang pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018. Survei ini akan mengambil sampel 14.400 jemaah haji sebagai responden.

“ Kami sudah tentukan regu-regu mana saja yang sudah dijadikan sampel. Semua titik observasi, yaitu Mekah, Madinah, dan bandara,” kata Koordinator Survei BPS, Edi Prawoto, di Kantor Urusan Haji Madinah, Jumat 14 September 2018.

Edi mengatakan, 14.400 jemaah itu akan menilai sembilan titik survei. Sampel itu dibagi menjadi 1.600 regu survei. Masing-masing regu terdapat 10 jemaah.

Edi menyebut sembilan titik penilaian itu ialah ketika jemaah haji mendapat pelayanan di Bandara Madinah, Bandara Jeddah, selama di Mekah pra-Armuzna, selama di Madinah pra-Armuzna, dan Armuzna.

Titik pelayanan lainya di antaranya, pelayanan di Mekah dan Madinah pasca-Armuzna, standar pelayanan minimal, serta pelayanan sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia.

Menurut Edi, survei pelayanan haji ini menggunakan metode probability sampling. Dari total sampel itu, BPS hanya membutuhkan sekitar 70 persen total jemaah.

“ Jadi dari jumlah itu sudah ada antisipasi 30 persen. Kalau-kalau jemaah enggak merespons, jadi kalau sampelnya cuma terpenuhi 70 persen saja, it's ok,” ujar dia.

Survei pelayanan haji BPS ini menggunakan margin error sebesar 5 persen. Ada sekitar 20-an pertanyaan yang berisi mengenai kepuasan terhadap petugas kloter, akomodasi, katering, transportasi, hingga pelayanan ibadah untuk ziarah jemaah.

“ Beberapa item jawaban yang tersedia antara lain, sangat puas, puas, cukup puas, kurang puas,” kata dia. Edi berharap hasil survei itu dapat diluncurkan ke publik sekitar 15 Oktober 2018. 

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar