10 Kloter Terakhir Haji Indonesia Dipulangkan

Reporter : Maulana Kautsar
25 September 2018 20:15
Persiapan dilakukan karena pelepasan kloter JKG 63 akan dilakukan Menteri Agama, Lukman Agama Saifuddin.

Dream – Sepuluh kloter terakhir dengan jumlah 4.400an jemaah haji Indonesia diterbangkan menuju Tanah Air pada Selasa 25 September 2018. Kloter JKG 63 akan menjadi kloter penutup proses kepulangan ini.

Kasie Pelayanan, Kedatangan, dan Kepulangan, Daker Madinah, Nur Arif, mengatakan, tidak ada persiapan khusus jelang pemulangan kloter terakhir. Persiapan dilakukan karena pelepasan kloter JKG 63 akan dilakukan Menteri Agama, Lukman Agama Saifuddin.

" Enggak ada persiapan khusus hanya nanti ada pelepasan dari Menteri Agama di Bandara," ujar Arif di Kantor Misi Haji, Madinah.

Berdasarkan informasi, jemaah dari kloter JKG 63 diberangkatkan dari pemondokan pukul 16.00 WAS. Sesampai bandara, para jemaah dijadwalkan mengikuti seremonial pelepasan yang langsung dipimpin Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pada pukul 17.00 WAS.

Setelah acara seremoni, para jemaah akan diarahkan ke dalam bandara untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian dan pemindaian barang bawaan sebelum bertolak ke Tanah Air pada malam hari.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Kemenag, jemaah Indonesia tiba di Tanah Suci sejak 17 Juli 2018. Gelombang kedatangan pertama dimulai di Bandara Madinah kemudian dilanjutkan di Bandara King Abdulaziz Jeddah.

Sementara gelombang pertama pemulangan dari Bandara Jeddah dimulai pada 27 Agustus hingga 9 September 2018. Sebanyak 218 kloter yang mengangkut 88.944 penumpang dipulangkan pada gelombang pertama tersebut. Rinciannya, jemaah haji sebanyak 87.853 orang dan petugas kloter 1.091 orang.

Sementara, sejak pemulangan gelombang dua dari Bandara Madinah pada 9 September lalu, telah 488 kloter kembali ke Tanah Air. Sebanyak 195.884 jemaah bersama 2.439 petugas yang menyertai jemaah sehingga total telah kembali 198.323 orang.

Arif mengatakan, setelah pemulangan kloter terakhir, petugas akan mengurusi proses administrasi dari jemaah yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.

" Yang sakit nanti ditangani KUH (Kantor Urusan Haji). Data KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia), nanti mereka akan bikin berita acara ke KJRI," ujar Arif.

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar